Agen bola - Manchester United merilis kondisi finansial klub untuk kuarter kedua di musim 2016-2017 atau sampai 31 Desember 2016. Hasilnya, utang yang ditanggung Setan Merah kian menggunung. MU menunjuk faktor Brexit sangat berpengaruh terhadap melejitnya jumlah utang.
Yang menarik, seperti yang diungkapkan Vice Chairman Klub, Ed Woodward, meskipun utang klub naik 27,1 persen, MU dimungkinkan untuk terus mengukir rekor pendapatan meski absen dari kompetisi Liga Champions.
Pada medio Januari lalu, Deloitte Football Money League kembali menempatkan MU sebagai klub terkaya di dunia, kali pertama sejak 2005.
Kini, MU melansir total pendapatan untuk kuarter kedua tahun sejumlah £ 157,9 juta atau naik 18 persen dari periode yang sama pada 2015. Di sisi lain, utang klub melonjak menjadi £ 409,3 juta, dimana £ 88 juta di antaranya disebabkan penurunan kurs poundsterling akibat Brexit.
Kenaikan pendapatan ditunjang dengan melesatnya pendapatan hak siar sebesar 40,8 persen atau sekitar £ 52,5 juta dan penerimaan di hari pertandingan yang naik 27 persen menjadi £ 38,6 juta.
Dengan data-data tersebut, pemasukan MU dari periode Juli 2016 sampai 30 Juni 2017 diperkirakan akan mencapai rekor baru, yakni berkisar antara £ 530 juta sampai £ 540 juta atau sekitar Rp 8,745 triliun sampai Rp 8,91 triliun.
sumber : majalaholahraga.com