Agen Bola - Kelompok garis keras Maute kembali mengeksekusi enam sanderanya. Mereka dibunuh karena menolak untuk berperang melawan militer Filipina. Hal tersebut diutarakan oleh komandan pasukan batalion infanteri Filipina, Letkol Christopher Tampus, setelah menerima kabar dari tiga sandera yang berhasil kabur dari tempat persembunyian militan Maute pada Kamis [29/6/2017] silam.
“Para sandera dipaksa untuk angkat senjata, berperang bersama militan Maute melawan pasukan Filipina. Hal seperti inilah yang menimpa para sandera,” ujar Tampus, seperti dikutip Inquirer.
Tampus juga mengatakan, tak semua militan Maute adalah anggota maupun simpatisan. Mereka kebanyakan adalah para sandera yang dipaksa untuk menembaki militer Filipina, khususnya dalam pertempuran di Danau Lanao, beberapa waktu silam.
“Para sandera terpaksa melakukan hal tersebut, karena mereka melihat enam orang lainnya ditembak dan tewas di depan mata mereka. Karenanya mereka tidak bisa melakukan apapun selain mengikuti perintah dari para militan Maute tersebut,” lanjut Tampus lagi.
Militer Filipina menduga aksi tersebut disebabkan oleh kian menipisnya jumlah militan kelompok Maute saat ini. Menurut Kepala Staf Militer Filipina Jenderal Eduardo Año, saat ini militan Maute hanya tinggal tersisa 80 orang dari awalnya berjumlah 700 orang.
“Kebanyakan dari mereka kabur dari Marawi pada dua minggu pertama pertempuran. Mereka masih bertahan, tapi mulai kehabisan amunisi senjata otomatis. Kekalahan Maute hanya tinggal menunggu waktu,” ujar Año.
Meski begitu, Año mengatakan pihak militer Filipina masih belum bisa menguasai daerah-daerah strategis di Marawi, seperti Danao Lanao dan beberapa kawasan lainnya di kota tersebut.










