Info Terkini - Ingat dengan kebijakan Donald Trump yang menolak kedatangan tujuh negara mayoritas muslim masuk ke Amerika? Lantaran kebijakan tersebut, sebanyak 10 seniman menggelar pameran di New Yok.
Pameran seni yang menampilkan sisi lain Islam dan warga dari tujuh negara itu digelar di Susan Eley Fine Art, New York. Pesan dari pameran ini muncul dengan suara keras serta jelas: imigran adalah bagian tak terpisahkan dari struktur negara Amerika.
"Kami ingin mengatakan bahwa memahami pertukaran budaya sangat penting saat ini. Jadi kita menggelar 'Beyond the Band' sebagai tanggapan langsung atas kebijakan Donald Trump," kata Nicky Nodjoumi, seniman klahiran Iran yang sudah tinggal di New York sejak tahun 1960an.
Salah seorang fotografer Hossein Fatemi yang berjudul 'Veiled Truths' memotret 20 wanita berhijab lewat lensa kameranya.
Seri fotografi ini menanggapi pemerintah Iran yang kontroversial mendikte kepala perempuan. Atau bagaimana perempuan harus menyesuaikan diri mereka di rumah.
"Beberapa perempun yang lebih religius mengenakan jilbab setiap hari sementara beberapa obyek perempuan lainnya merasa tertekan dengan ketentuan hijab dari pemerintah," pungkas Hossein Fatemi, dilansir dari HuffPost, Kamis (22/6/2017).
Pameran seni yang menampilkan sisi lain Islam dan warga dari tujuh negara itu digelar di Susan Eley Fine Art, New York. Pesan dari pameran ini muncul dengan suara keras serta jelas: imigran adalah bagian tak terpisahkan dari struktur negara Amerika.
"Kami ingin mengatakan bahwa memahami pertukaran budaya sangat penting saat ini. Jadi kita menggelar 'Beyond the Band' sebagai tanggapan langsung atas kebijakan Donald Trump," kata Nicky Nodjoumi, seniman klahiran Iran yang sudah tinggal di New York sejak tahun 1960an.
Salah seorang fotografer Hossein Fatemi yang berjudul 'Veiled Truths' memotret 20 wanita berhijab lewat lensa kameranya.
Seri fotografi ini menanggapi pemerintah Iran yang kontroversial mendikte kepala perempuan. Atau bagaimana perempuan harus menyesuaikan diri mereka di rumah.
"Beberapa perempun yang lebih religius mengenakan jilbab setiap hari sementara beberapa obyek perempuan lainnya merasa tertekan dengan ketentuan hijab dari pemerintah," pungkas Hossein Fatemi, dilansir dari HuffPost, Kamis (22/6/2017).










