Agen Bola - Juara Birmingham Classic 2017, Petra Kvitova tidak bisa menyembunyikan raut bahagianya ketika untuk kali pertama memenangkan trofi di Birmingham. Kvitova mampu bangkit dan membalikkan keadaan 4-6, 6-3, 6-2 saat menghadapi Ashleigh Barty di laga terakhir, Minggu (25/6) malam.
- Rafael Nadal tanpa kesulitan melaju ke semifinal AS Terbuka 2017 seusai menyingkirkan Andrey Rublev
- Petenis putri Amerika Serikat (AS), Serena Williams, resmi menjadi seorang ibu setelah melahirkan bayi perempuan
- Karolina Pliskova Melaju ke Babak Ketiga AS Terbuka 2017 setelah Mengalahkan Nicole Gibss
- Maria Sharapova Melaju ke Babak Ketiga AS Terbuka 2017
- Roger Federer menilai faktor pengalaman dan persiapan yang lebih matang yang membuatnya bisa mengalahkan Tiafoe
- Selain menjadi juara tunggal putri Piala Rogers 2017, Elina Svitolina mencetak rekor baru WTA
- Maria Sharapova mengundurkan diri dari turnamen di Cincinnati karena cedera lengan kiri yang belum pulih
- Garbine Muguruza menang mudah atas Kayla Day di babak kedua Stanford Classic 2017
- Maria Sharapova sudah siap tampil di ajang profesional Bank of the West Classic di Stanford
"Saya sangat, sangat bahagia, tentu saja," tegasnya seusai mengalahkan Barty, seperti dilansir laman resmi WTA. "Saya tidak mengharapkan ini di turnamen kedua saya dari comeback saya. Jadi, saya pikir ini semacam dongeng."
Ya, Kvitova baru saja kembali berlaga secara kompetitif di dalam lapangan tenis. Petenis asal Republik Ceko ini pada Desember lalu menderita cedera tangan, menyusul penyerangan yang dilakukan oleh penyusup di kediamannya. Dia pun harus menjalani operasi dan absen dalam tur WTA.
Turnamen pertama yang diikuti oleh Kvitova di tahun ini adalah grand slam lapangan tanah liat Prancis Terbuka yang berlangsung pada akhir Mei hingga pertengahan Juni. Di turnamen yang kerap disebut Roland Garros itu, Kvitova hanya mampu mendulang satu kemenangan. Birmingham Classic menjadi turnamen kedua yang diikutinya.
Bagi Kvitova gelar di Birmingham ini juga menjadi yang pertama sejak kemenangannya di Zhuhai pada November tahun lalu. "Saya merasa gugup, ini bukan rasa grogi yang normal seperti sebelumnya," ungkap mantan petenis nomor dunia.
"Ini adalah final pertama saya setelah sekian lama, dan ini agak sulit ditangani. Saya banyak berjuang. Menyenangkan saat Anda menang dan bermain bagus, tapi sebagian besar waktu hari terbaik adalah saat Anda menang meski Anda tidak bermain bagus. Jadi, saya senang bisa memenangkannya," pungkasnya.